Magic Eye

16/04/08


Gambar apa yang tersembunyi dibalik gambar sebenarnya? Bisa liat? Itulah magic eye
Pernah dengerkan istilah magic eye , istilah itu sempat popular di tahun 93-an. Istilah itu adalah merujuk pada suatu gambar 3 dimensi yang tersembunyi di balik gambar. Yah mirip dengan steganography lah kalo dalam masalah security. Semua orang bisa menikmati keindahan dari gambar magic eye ini. Hanya dengan sering berlatih dan selalu fokus pada gambar adalah kuncinya. Ada berbagai macam teknik untuk menikmati gambar tersebut. Kalo saya memakai teknik jari telunjuk untuk pertama kali. Adapun langkahnya sebagai berikut :
1. Duduk dengan tenang di hadapan gambar tersebut, usahakan serileks mungkin
2. Tunjuk gambar tersebut dengan jari telunjuk
3. Perlahan-lahan gerakan jari telunjuk tersebut bergerak mendekati hidung.
4. Tetap fokus pada jari telunjuk tersebut
5. Secara ajaib gambar di belakang jari telunjuk akan muncul dengan sendirinya.
6. Jangan paksakan mata, apabila belum berhasil tinggalkan dan coba ulangi lagi

Apabila kita telah terbiasa dengan teknik ini, maka secara otomatis kita akan melihat dengan cepat tanpa bantuan jari tersebut. Kita dapat memperoleh gambar magic eye tersebut di disini . Gambar diatas adalah gambar

Advertisements

Blue Ocean Strategy

10/04/08

Cover BOS

Saat ini sulit kiranya membahas tentang inovasi tanpa menyentuh konsep blue ocean strategy (BOS). Konsep yang pertama kali diperkenalkan oleh W. Chan Kim dan Renee Mauborgne dari Insead tersebut sudah menjadi istilah yang populer dewasa ini. Sayangnya, popularitas tersebut juga diiringi dengan salah pengertian terhadap definisi BOS sendiri. Pada banyak kasus, BOS sering disamakan dengan strategi differentiation produk. BOS memang menghasilkan produk yang differentiated, tetapi tidak semua differentiation adalah BOS. Kesalahpahaman kedua istilah ini malah kadang dilakukan oleh media massa termasuk majalah bisnis.

Di mana letak perbedaannya? Dan apa sebenarnya BOS itu sendiri? Baca terus…


Jajan di Stasiun Bandung

07/04/08

Pernah beli somay di depan stasiun kereta bandung? tempatnya di depan pagar keluar sebelah utara. Somaynya sih terasa biasa aja, isinya paling 3 buah somay dengan ukuran agak besar, tapi harganya selangit. Saya kaget waktu  bayar, katanya Rp.14.000,-, padahal cuma pesan somay ama teh tawar.

Setelah ditanya lebih jauh ama mamang somay, ternyata harganya perbuah Rp.3.500 dan teh tawarnya Rp.3.500. Alamak jauh dibawah harga D’Cost di setia budi. Disana teh tawar cuma 500 sepuasnya. Kalo tahu gitu saya beli Batagor Riri aja. Dengan pengalaman itu, saya agak trauma untuk jajan di pinggir jalan di kota Bandung. Akhirnya saya mesti bertanya dulu kalo memang ingin jajan, berapa harga satu porsinya.

Apa di Bandung semua pedagang di pinggir jalannya suka nembak harga yah ?